Wednesday, November 12, 2014

Sejarah dan Perkembangan Internet

0

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN INTERNET DI DUNIA


1.SEJARAH INTERNET

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun1969, melalui proyek ARPAyang disebutARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardwaredan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
B.SEJARAH INTERNET DUNIA
Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.

         Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.

        Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.

          Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.

        Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia. Saat ini, IANA dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.
C. DAFTAR KEJADIAN PENTING
Tahun
Kejadian
Uni Soviet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.
Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.
J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Pada tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.
Awal 1960-an
Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.
Pertengahan 1960-an
ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.
Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson.
Jaringan Tymnet dibuat.
Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.
Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet"
1972-1974
Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.
1973
ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
1974
Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection".
1974
Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.
1977
Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.
1978
Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).
1979
Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Pada tahun ini pula,
emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Awal 1980-an
Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan
BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari
Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
1982
Istilah "Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IPdiadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.
1986
Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

* Kejadian penting lainnya
Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk transmisson contol protokol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Pada tahun yang sama yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran netscape navigator.
D.PERKEMBANGAN INTERNET
Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.
Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
Perkembangan Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu :
1.    Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
2.  Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
3.  Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.
4.  Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai
sebuah bisnis elektronik (electronic commerce), pemilikan informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.
E.INTERNET SAAT INI

           Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL. Beberapa layanan populer di Internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog.
         Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger. Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.
Kelebihan dan Kekurangan Perkembangan Internet
Kelebihan
1.  Lebih Mudah mengakses dan mendapatkan Informasi dari mana saja dan kapan saja
2. Lebih mudah untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di tempat jauh sekalipun
3. Lebih Mudah untuk bertransaksi
4. Bagi yang berniat mencari hiburan, internet menawarkan pilihan yang berlimpah. Dengan memanfaatkan game server, seseorang dapat bermain game bersama lawan dari negara lain melalui jaringan internet. Pecinta musik juga semakin dimanja dengan hadirnya klipklip MP3 dari lagu-lagu favorit. Bagi yang haus akan informasi dari dunia entertainment, internet adalah surga dengan berlimpahnya situs-situs web para artis, baik nasional maupun internasional.


5. Internet juga merambah bidang keagamaan, bidang yang biasanya jarang mengadaptasi perkembangan teknologi. Disini internet dimanfaatkan untuk sarana dakwah maupun diskusi-diskusi keagamaan. Di Indonesia, jaringan-jaringan seperti Isnet (Islam) maupun ParokiNet (Katolik) telah lama beroperasi dan memberikan manfaat yang besar bagi umat. Kegiatan sosial seperti pengumpulan zakat dan Infaq dapat dilaksanakan secara cepat melalui sarana internet.
Kekurangan
1. Terlalu mudahnya mengkakses sebuah situs mengakibatkan mudahnya mengakses situs dewasa bagi anak dibawah umur
2. Pencurian data di komputer anda, kadang ada juga hacker yang dengan sengaja melakukan pencurian data-data sensitif pada komputer anda, misalnya foto, password yang disimpan di komputer, salinan dokumen penting 
3. Kejahatan Cyber atau Cyber Crime
4. Menjadikan komputer atau media yang digunakan untuk mengakses internet mudah untuk terjangkit virus. 
5. Pembajakan karya intelektual juga merupakan salah satu ekses negatif dalam penggunaan internet. Tahukan anda bahwa format musik MP3, video yang populer itu hampir semuanya ilegal? Dan materi ilegal semacam ini dapat dengan mudah menyebar berkat “jasa” internet



Referensi Buku : 
Adi Danang Sukmana, Siyamtiningtiyas Yuliyani, Teknologi Komunikasi dan Komunikasi Kelas 9 untuk SMP/Mts : Download disini

E-Book TIK Kelas 11: E-Book TIK Kelas 11

Tuesday, May 27, 2014

Tinjauan Umum Pandangan Teknologi Komunikasi di dalam Kehidupan Kebudayaan

0

Tinjauan Umum Pandangan Teknologi Komunikasi di dalam Kehidupan Kebudayaan
Jonathan Andrew
1IA23 – 54413673

Dewasa ini pengaruh Teknologi dan Internet sudahlah sangat besar di kalangan masyarakat terutama masyarakat Indonesia. Tidak hanya kalangan menengah keatas, sekarang ini, masyarakat menengah kebawah pun bisa menggunakan Internet dan Teknologi. Internet yang menyediakan begitu banyak informasi sudah layaknya seperti bagian hidup masyarakat Indonesia, jangkauan Internet yang luas memungkinkan masyarakat itu menerima dan menkonsumsi informasi dari seluruh belahan dunia, mulai dari dalam hingga luar negeri, tidak heran pula kalau dapat terjadi akulturasi budaya serta pergeseran nilai budaya asli, mulai dari cara berpakaian, sampai ke tutur kata. Seiring perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan globalisasi, manusia juga mengalami era dimana kita juga mudah untuk berkomunikasi dengan orang yang ada di jarak yang sangat jauh sekalipun, atau bahkan orang yang berlainan negara dengan kita, dimana fasilitas ini disebut juga sebagai Online Chatting. Jejaring Sosial yang mulai bermunculan pun ikut marak menghiasi perputaran dan perkembangan serta pendewasaan budaya modern zaman ini, keserba praktisan dalam menjangkau sesuatu hal yang disajikan oleh jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Blogger-red  pun memudahkan orang mengenal baik yang sudah kita kenal sebelumnya maupun yang baru saja kita kenal. Fasilitas pengunggahan, serta pengunduhan dari dunia maya juga memudahkan manusia untuk mendapatkan serta memberikan atau menyumbangkan informasi pada khalayak luas. Tidak hanya Internet, maraknya perkembangan Teknologi, terutama di bidang Komunikasi juga sudah menjadi bagian hidup bagi semua orang di dunia ini, bagaimana tidak? Dewasa ini, siapa diantara kita yang masih tidak memiliki Handphone? Bahkan banyak dari kita yang memiliki si mungil penghubung jarak jauh ini lebih dari satu, hanya terkadang dengan alasan untuk mengikuti perkembangannya, tanpa mengetahui jelas fungsi dan kegunaan dari benda tersebut yang sesungguhnya memiliki manfaat yang sama.

Lain halnya dengan telefon genggam, teknologi yang satu ini juga sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat terutama bagi kawula muda, ya Laptop,  Laptop, atau yang biasa orang sebut dengan komputer berjalan ini, sudah menjadi bagian dari kehidupan kawula muda akhir akhir ini, bagaimana tidak? Kemudahan yang diberikan bagi kita anak muda, ya, kemudahan dalam mengerjakan tugas tugas kuliah, mengakses dunia maya kapan saja dan dimana saja menjadi salah satu keindahan yang ditawarkan si komputer berjalan ini, belum lagi ditambah dengan seiringnya perkembangan zaman, para ahli pun sudah menciptakan yang namanya Smartphone, dengan layar sentuh dan perilaku yang sebetulnya bisa kita samakan dengan komputer ini sebentar saja, bisa mencuri pandangan khalayak luas bagaimana tidak? Dengan praktisnya, tanpa menggunakan kabel besar dan bentuknya yang unik yang hanya sebesar kepalan tangan, dengan berbagai macam bentuk dan tipe, Smartphone menjadi pilihan pengganti komputer yang biasa menghiasi kepalan tangan dari setiap penikmatnya.

Selain kecangghian dan kemutakhiran teknologi komunikasi masa kini, mari kita beralih sebentar ke teknologi yang lebih sederhana seperti televisi dan sistem administrasi pada perusahaan perusahaan. Banyak yang disajikan oleh televisi, seperti berita, informasi seputar tokoh masyarakat, sampai ke acara acara hiburan yang bisa dinikmati 24 jam, mengingat dewasa ini sudah ditemukan yang namanya TV kabel dengan ratusan salurannya dapat menemani waktu kita 24 jam penuh dengan hiburan hiburannya. Selanjutnya sistem administrasi, dimulai dengan perhitungan sederhana menggunakan sempoa atau abakus, hingga masuk ke era kalkulasi otomatis menggunakan kalkulator sederhana, sampai menyentuh teknologi mesin kasir otomatis.

Selanjutnya, setelah kita mengenal sisi positif dari teknologi yang ada di sekitar kita kita akan lebih fokus menyoroti sekelumit hal bagaimana Internet bahwasannya sudah menjadi bagian hidup manusia dewasa ini dari segi positif dan negative nya. Secara umum bisa diartikan seperti kurangnya waktu bermain anak karena tersita oleh gadget yang ada di tangannya, karena ia lebih fokus dengan urusan dunia mayanya. Pada dasarnya banyak juga sisi positif dari perkembangan Internet seperti, mengorbitkan penyanyi baru, serta melahirkan penulis penulis virtual yang merintis karirnya mulai dari postingannya di situs situs yang menyediakan media untuk menaruh tulisannya dan menyebarluaskannya ke dunia luar sehingga bisa saja menjadi inspirasi yang kemudian di rekomendasikan ke penerbit penerbit terkenal, walau dibalik semuanya itu banyak juga sisi buruk dari internet seperti halnya, menjadikan seseorang anti sosial atau bahkan membuat seseorang menjadi seseorang yang tidak bisa jujur terhadap dirinya sendiri, atau bahkan penipuan penipuan virtual seperti halnya penipuan pada yang terjadi online shop atau yang bisa diartikan sebagai waralaba dunia maya.
Untuk mengenal lebih jauh lagi pertama kita akan membahas sisi positifnya terlebih dahulu. Seperti yang sudah disinggung diatas, internet bisa saja menjadi sarana untuk seseorang dalam merintis karirnya, sebagai contoh, banyak diluar sana orang yang sebenarnya memiliki talenta yang luar biasa namun, karena keterbatasan yang dimilikinya, ia tidak tahu bagaimana orang tersebut menyalurkan bakatnya, karena agensi agensi pencari bakat yang sulit untuk ia jangkau dengan kondisinya misalnya, masalah finansial, atau juga letak dari agensi yang bersangkutan terlalu jauh. Bagaimana hal itu bisa terwujud dewasa ini? Ya jawabannya hanya satu, Internet. Pada jejaring dunia maya ini, jutaan orang dari seluruh dunia bisa mengakses dan melihat hasil karya atau unggahan unggahan pada situs situs tertentu. Bagi mereka yang merasa memiliki bakat dalam bidang tarik suara, Internet menyediakan lahan untuk mereka berkreasi dan mengeksplorasi bakat mereka lebih dalam lagi, seperti mencari referensi dari penyanyi lain, dan bahkan mengunggah rekaman hasil suara mereka pada situs situs tertentu seperti halnya YouTube, SoundCloud dan Nico Nico Video-red yang disediakan oleh orang Jepang, dengan demikian, setelah mereka mengunggah hasil rekaman mereka jutaan orang dapat melihat dan mendengarkannya dan memberi baik respon respon positif maupun kritik dan masukkan masukkan yang membangun untuk pemula tersebut. Untuk mereka yang merasa memiliki bakat dalam menulis, Internet juga menyediakan sarana bagi mereka untuk menaruh tulisannya, seperti blogger, wordpress, tumblr, Archieve of Our Own, yang biasa disingkat dengan AO3, dan situs yang biasa saya gunakan untuk menulis yakni, Fanfiction.net-red, dimana AO3 dan Fanfiction.net menyediakan sarana untuk sesama penulis menuliskan masukkan mereka kritik mereka dalam modul yang lebih nyaman dan ramah bagi pengguna pemula. Untuk mereka yang merasa memiliki bakat dalam menggambar atau menciptakan karya seni Visual yang indah dan menarik perhatian, Internet juga memberikan kebebasan dan kesempatan bagi mereka dalam mepresentasikan karya mereka seperti Tumblr, Instagram, juga deviantart.

Setelah kita mengenal sisi baik dari Internet dan Teknologi, untuk menyeimbangkan topik kita kali ini, mari kita beralih ke “sisi lain” dari Internet dan Teknologi. Menyampingkan keindahan serta kegemerlapan yang ditawarkan oleh perkembangan Teknologi, banyak juga bagian buruk dari Teknologi dan Internet itu sendiri, seperti yang sudah saya singgung diatas, kejahatan dan dampak dari Internet adalah, anti sosial, dan susah bergaul serta kesulitan untuk berkomunikasi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Satu jawaban yang pasti, sebuah kalimat yang menyatakan “Yang Jauh kini menjadi lebih dekat namun yang dekat kini menjadi lebih jauh” dikarenakan kemudahan untuk berbicara yang ditawarkan melalui online chatting membuat kita lebih mudah berkomunikasi secara tidak langsung dengan orang dijauh sana, merangkap poin tidak jujur pada diri sendiri dimana dengan mudahnya kita memalsukan identitas di dunia maya, membuat kita sekilas merasa kita memiliki kekuasaan yang bersifat absolut di dunia maya dan kita merasa terkenal lalu mengenyampingkan kehidupan kita di dunia nyata karena terlalu sibuk dengan popularitas dunia maya kita sehingga untuk berbicara dengan orang yang seratus persen mengetahui wujud rupa dan status kita yang sebenarnya, karena sudah terbiasa dengan kebohongan yang kita buat kita sulit untuk berbicara dengan mereka. Selanjutnya adalah kejahatan perniagaan dunia maya, banyak orang yang bisa saja membayar untuk barang yang disajikan dengan indah dan menarik pada iklan pada kolom perniagaan tersebut namun setelah menerima apa yang kita inginkan, yang kita dapat bisa saja berbeda jauh dengan apa yang tampak pada kolom iklan tersebut, atau yang lebih buruk lagi, setelah kita sudah sepakat, dan membayar barang tersebut dengan harga yang cukup fantastis, namun barang yang dipesan tidak kunjung datang, atau kemungkinan lainnya, yakni, orang tersebut sudah mengirimkan barang yang kita pesan, dan sesuai dengan apa yang kita inginkan, namun si pembeli melakukan kecurangan dengan menghilang begitu saja tanpa jejak dan pada akhirnya mendapatkan barang  itu dengan Cuma Cuma.

Kemajuan teknologi pada zaman ini  juga memiliki dampak buruk seperti, dikarenakan kemudahannya mendapatkan segala jenis informasi, hal hal yang tidak sepantasnya dikonsumsi oleh anak yang dibawah umur, bisa diakses dengan mudahnya, juga membuat orang orang cenderung lebih malas, karena terbiasa dimanjakan dengan hadirnya teknologi dalam hidup mereka. Mudah dalam berkendara, membuat orang lebih memilih menggunakan sepeda motor untuk jarak yang sebenarnya masih dapat ditempuh dengan kaki mereka, hal yang sebenarnya masih bisa kita lakukan sendiri, akibat ketergantungan akan teknologi tersebut jadi mereka lebih memilih menggunakannya ketimbang mendapatkannya dengan usaha sendiri. Informasi yang disediakan oleh pertelevisian dewasa ini juga mulai tidak dapat dipilah lagi dengan baik, tontonan acara hiburan dengan menampilkan kekerasan pada manusia dan hiburan menggunakan kata kata kasar yang terkadang sudah menjurus kearah kata kata yang tidak senonoh yang bisa saja disaksikan oleh anak anak dbawah umur, mengingat waktu mengudara mereka yang masi bisa dijangkau oleh anak anak tersebut lebih dipilih, ketimbang acara pendidikan dan acara yang lebih memiliki mutu yang jelas dan pasti, kejahatan seksual, pencurian, dan berita berita negative lainnya juga dapat menimbulkan persepsi serta paradigma buruk bagi orang negara luar yang menyaksikan, bisa saja orang tersebut memiliki anggapan bahwa bangsa kita sudah sebegitu buruk dan bejatnya dengan kisah kisah yang disiarkan yang sudah menjurus kearah kriminalitas tersebut.

              Dari berbagai macam hal yang kita ketahui diatas, sekarang kita bisa mengetahui dua sisi mata uang dari perkembangan Teknologi dan Internet seperti dampak dampak positif dalam mendapatkan informasi dengan mudah, lebih mudah melakukan segala sesuatu karena kepraktisan yang ditawarkan oleh keindahan dunia globalisasi, sampai mudahnya kita menuangkan bakat bakat kita untuk mencapai hal yang kita inginkan. Namun, kita harus ingat, dibalik indahnya dan gemerlapnya suatu hal yang kita lihat, pasti ada bayangan yang terletak dibawah atau dibelakang benda atau orang tersebut, seperti halnya, sulitnya bersosialisasi dengan sesama, kemalasan yang ditimbulkan oleh rasa manja akibat asupan asupan teknologi yang menemani kita sehari har, sampai kejahatan kejahatan virtual seperti pemalsuan identitas dan penipuan jual beli pada internet dan kejahatan kejahatan perilaku moral yang disiarkan di televisi. Setelah mengetahui segelintir dari hal hal tersebut, diharapkan kedepannya kita bisa lebih mengetahui, apa sih sebenarnya dan siapa sih perkembangan teknologi dan informasi itu? Juga diharapkan kita bisa memilah lagi dengan lebih bijak dan teliti dalam menggunakan dan bersahabat dengan perkembangan teknologi dan informasi, sehingga dengan lantang, lugas, dan tegas kita bisa berkata pada diri kita sendiri dan orang lain “Mari kita bersahabat dengan Teknologi dan Internet, jangan biarkan kita ditindas mereka dan marilah kita menggunakan mereka dengan wajar dan membuat kita lebih maju lagi demi menunjang prestasi dan karir kita kedepannya.”

Friday, May 9, 2014

Not a Replacement

0

Not a Replacement
By : Mikazuki_Hikari
Disclaimer : Jin (Shizen no Teki-P), Shidu, Wannyanpu ©
This Fic belongs to Mikazuki_Hikari
Rate : M
Genre : Romance
Pairing : Shintaro Kisaragi x Kokonose Haruka (Konoha)
Cameo : Ayano Tateyama
Warning : Yaoi, Shonen-Ai, Typo(s), EYD tidak sesuai aturan, Male x Male, Alternate Universe (AU), Out of Character (OOC) Lemon
Author's Special Warning : Spoiler for the non Novel or Manga Reader, and Project MV Viewer
Don't Like Don't Read
I have warned you
.
.
.
-=Author's Greeting=-
Lohaa~ salam kenaaal~ mungkin banyak yang sudah pernah baca cerita saya, dan udah pernah review cerita saya, atau bahkan kenal sama saya wwwww
Nah~ berhubung saya baru di fandom ini, saya perkenalan diri ulang
Haii~ Mikazuki Hikari disini, ini tahun ke dua saya di seiring berjalannya waktu, dan hiatus saya yang kemarin kepanjangan, saya menyempatkan diri buat visit fandom ini dan menyumbangkan satu karya saya~
Mohon bantuannya dan salam kenaal~ melihat potensi besar yang ada pada fandom ini izinkan saya untuk berkarya disini~ salam kenaal :D
Mari kita majukan fandom ini bersamaa!
Sign
Mikazuki Hikari
.
.
.
Bukan...
Tidak...
Aku tidak bermaksud menggantikanmu, tidak ada yang bisa menggantikanmu dalam hatiku, tidak akan bisa, aku tidak ingin membiarkan rentangnya lengan sang waktu itu bergerak, aku tidak mau bangun, aku tahu kau masih ada disini...
Tidak... aku tidak ingin kau menghilang...
Neee... Jawab aku...
'Nee, sepertinya kau sudah melupakanku...'
.
.
.
Not a Replacement
Mikazuki Hikari
"Aya—" Aku terbangun dari tidurku, sepertinya barusan aku memimpikan hal itu lagi. Keningku dipenuhi peluh, detak jantung dan nafasku saling memburu, aku menutup wajahku yang basah bersimbah peluh dengan kedua tanganku seraya membenarkan posisi selimut yang sedari tadi berantakan disekeliling tubuhku.
Kucari handphone-ku yang tadi malam kuletakkan didekat meja, namun tidak kutemui handphone-ku disana, mungkin tadi malam, entah adikku atau Mary yang memindahkannya, saat mengetahui baterainya lemah, setidaknya mengetahui handphone-ku tidak ada disana membuatku menjadi sedikit lebih baik, karena suara berisik dari Navi berambut biru yang bawel itu tidak meracau di hadapanku dan membuat perasaanku jadi lebih buruk.
Aku melangkahkan kakiku mendekati saklar lampu yang ada di sudut ruangan, ku jamah permukaan saklar yang menyerupai sasaran tembak itu untuk membuat keadaan disekitarku sedikit lebih terang.
Dengan sedikit menguap aku berjalan ke ruang tamu dengan tanganku yang menyusup ke dalam T-Shirt V-Neck hitam lusuhku seraya mengusap bagian yang sedikit gatal disana.
Tidak kutemui siapa siapa disana, Kano mungkin sedang menghilang seperti biasanya, Adikku mungkin sedang bermain dengan Hibiya, mengingat kedekatan seorang pria mungil yang kesepian dengan bibi-nya yang serakah dan tamak, dan Mary dan Seto mungkin sedang pergi berbelanja, yang kutemui hanyalah sepiring nasi goreng yang terbungkus rapih dengan plastik bening diatas meja dengan selembar kertas disebelahnya.
Aku pergi keluar sebentar bersama yang lain
Tolong jaga rumah dan Konoha sebentar
Kalau kau lapar, makan saja nasi gorengnya
-Kido-
Sudah kuduga mereka sedang pergi keluar...
Konoha? Iya, ngomong ngomong, dimana pria tinggi semampai itu, dari tadi aku tidak melihat batang hidungnya.
Aku membiarkan nasi goreng itu tetap pada tempatnya tanpa menyentuhnya sedikitpun, mataku menatap nanar ke seluruh tempat yang bisa dijangkau oleh mataku, dan aku menemukan pria putih itu sedang terlentang di sofa seperti biasa, tidak heran.
Sejenak aku menatap wajahnya, entah mengapa ada perasaan sedikit familiar dengan pria ini, entah dimana...
Entah mengapa sekilas aku seperti pernah mengenalnya, bahkan aku merasa Ayano pun juga mengenal pria yang tidak banyak bicara ini.
Saliva tipis mengalir dari sudut mulutnya yang terbuka, nampak manis sekali, melihat lengan kurusnya dan pinggangnya yang ramping, sempat membuatku ragu kalau pria ini pernah menggendongku sambil melompat dari atap rumah sakit saat kami hendak mencari Hibiya dulu, kalau aku mengingat semuanya itu, aku merasa sedikit kalah dengan pria ini, bagaimana tidak? Kegiatan fisik apa yang bisa dilakukan seorang hikki-NEET yang pernah mengurung dirinya dalam isolasi ruang sempit selama 2 tahun berturut turut?
"Shin...ta..rou..."
Hee? Dia mengigau? Dan dia mengigaukan namaku? Kenapa?
"Makan... meja... danchou menyuruh... nyemm..."
Danchou menyuruhku untuk memakan meja? Mataku memicing sekilas terheran.
Ah, mungkin maksudnya aku disuruh menghabiskan nasi goreng yang ada di meja tadi.
"Shintaro... suka..." dia mengigau lagi.
S-su suka? Refleks aku menghempaskan tubuhku ke belakang, wajahku memanas.
Tidak mungkin kan? M-mungkin hanya perasaanku saja.
Mana mungkin dia bisa menyukaiku, mungkin hanya salah paham saja seperti makna igauannya yang tadi salah kutangkap
'Kenapa? Kau berdebar debar yah?'
Suara itu lagi...
'Mungkin memang sudah saatnya kau melupakanku, iiee... lebih tepatnya sudah saatnya kau menggantikan posisiku di hatimu...'
'Aya...no?...' batinku, aku mencoba berkomunikasi dengan suara itu.
'Nani ka Shintaro-kun?' dia tersenyum, keadaan disekitarku menjadi gelap, aku hanya bisa melihat gadis rambut mahogany berslayer merah itu membungkuk dan mengarahkan senyuman nya padaku.
Senyuman yang sama persis ketika aku bersamanya seperti dahulu...
"Ayano... ini benar kau kan? Ini sungguhan kan?" tanyaku pada sosok yang ada dihadapanku, mengingat Kano pernah seketika berubah menyerupai dirinya, aku tidak ingin dikelabui untuk kedua kalinya.
"Horaa~ Shintaro, masa kau tidak bisa mengenali sosokku? Sebegitu lupanya kamu sama aku?" tukas Ayano.
"Iiee... aku tidak... cuman itu... aku hanya..." aku tertunduk lesu.
"Kau nampak bahagia dikelilingi oleh teman teman barumu Shintaro, aku tidak keberatan kau melupakanku asal kau bahagia." Ekspresinya tidak berubah.
"B-bisa tidak k-kau menghentikan semuanya itu..." kepalaku menjadi sakit, aku kerap memeganginya, kata katanya barusan seakan menusuk kedalam kepalaku.
"Gomen, gomen... aku tidak bermaksud." Dia tertawa, dengan tangan mungilnya yang menutup siluet tipis bibirnya, serta rambutnya berkibar selaras dengan Slayer merahnya.
"Tapi, aku benar tidak keberatan kalau kau melupakanku." Ia mendekatkan wajahnya lebih lagi kearahku, dan menunjukkan senyumannya lagi.
"Tidak... aku... tidak ingin melupakanmu, hanya saja... banyak kejadian yang terjadi akhir akhir ini... perihal Mata, 'Mulut Besar', Diary seseorang bernama Azami yang kami temukan dirumah Mary, juga adikku yang ternyata selama ini mengikuti kelompok bernama Mekakushi-Dan yang ternyata bisa ramah denganku, lalu perihal Konoha..." ucapku jujur pada sosok Ayano yang bersimpuh untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuhku.
"Kenapa dengan Konoha, Shintaro-kun? Hnn?" mata besarnya menatap lurus kearah irisku yang sedari tadi tidak berkejap menatap keindahan dan ketulusan tatapannya.
"Aku hanya..." Aku tertunduk lesu, wajahku memerah.
"Tidak usah terlalu memaksakan diri, seiring waktu berjalan, kau pasti akan menyadarinya sendiri." Lalu sosok Ayano dihadapanku sekali lagi menghilang.
"Shintaro..."
"Shintaro..." tangan mungil mulus itu melambai dihadapan wajahku seiring kesadaranku yang mulai pulih.
"A-aah... aku tidak apa apa." Tukasku untuk meyakinkannya kalau tidak ada hal buruk yang terjadi padaku.
Hal buruk? Mungkin bisa dibilang seperti itu, mungkin juga tidak. Hal buruk mana yang mempertemukanmu kembali dengan orang yang sangat kau sayang? Namun hal baik mana yang mempertemukanmu dengan seseorang yang seharusnya tidak boleh kau ingat ingat lagi.
"Shintaro, wajahmu pucat..." dengan ekspresi yang sama, ekspresi yang tidak berubah, dia mengkhawatirkan diriku.
"Tidak, aku tidak melihat apa a—" yabaii! Kenapa aku mengatakan hal yang tidak seharusnya, siaal, aku malah memperburuk keadaan, tanganku menutup mulutku yang seandainya saja tidak kuhentikan, ia bisa membongkar hal yang seharusnya tidak kukatakan pada orang yang seharusnya tidak terlibat dengan masalah yang sudah 2 tahun kualami.
-=Flashback=-
Seorang gadis berambut coklat, dengan matanya yang nampak lesu, menatap hasil ujiannya yang jauh sekali dari kata sempurna, kemudian melipatnya dengan kedua belah tangannya mengeluarkan sebuah gunting, dan membentuk kertas itu menjadi sesuatu.
"Apa yang kau lihat?" dia tersenyum.
Hei... apa kau tidak menyadarinya? Aku melihatmu hampir menangis tadi, kenapa kau tersenyum? Bukankah tidak seharusnya kau tersenyum seperti itu?
Aku menatap kearah kertas yang ada di genggaman tanganku, kertas yang berisikan nilai yang tentu saja diinginkan siswa manapun saat menghadapi sebuah ujian.
"Iie... aku tidak melihat apa apa..." aku memalingkan wajahku, namun disudut mataku, aku masih bisa melihatnya memandangi gerak gerikku sebelum ia kembali dengan kegiatannya semula.
.
.
.
Tes lainnya berlalu, aku menatap kearah kertas hasil ujianku, nilai yang sama, dan akan selalu tetap sama, aku membencinya, aku melihat kearah gadis yang bernama Ayano itu, sekali lagi ia menangis dengan apa yang ia dapatkan.
Kenapa?
Aku tidak mengerti...
Hanya jika aku bisa merasakan apa yang ia rasakan, dan hanya jika aku bisa menggantikan posisinya, melihatnya menangis dan tersenyum disaat yang bersamaan, pastilah tidak mudah untuk melakukan semuanya itu.
Ayano...
Sontak aku merobek kertas hasil ujianku.
"Shintaro-kun! Lihaaat!" Ayano menghampiri mejaku.
Ayano membuat sebuah origami burung bangau yang mungkin baru saja ia selesaikan, disudut kiri dari sayap burung bangau itu aku bisa melihat corak berwarna merah, yang membentuk sebuah angka.
Ini kan?
Ah...
"Kenapa kau sedih Shintaro-kun?" dia masih saja tersenyum.
Aku tidak menjawab.
"Araaa, kau dapat nilai jelek juga rupanya? Tidak biasanya kau dapat nilai buruk, pasti kau sedang kurang sehat yah? Sampai dirobek begitu." Ia melirik kearah serpihan kertas yang ada dibawah mejaku.
Jangan... jangan dilihat, aku tidak ingin kau melihatnya, aku tidak ingin kau terluka...
"Berarti kau akan menemaniku dalam sehari kelas musim panas bukan?" dia nampak antusias.
Aku hanya tersenyum...
.
.
.
-=Skip Time=-
Sepertinya Ayano tidak datang kali ini, mungkin dia lelah dengan kelas musim panas, mengingat si bodoh itu mungkin tidak kuat menerima pelajaran bersamaan dengan terik matahari, kupikir dia sedang terkapar di tempat tidurnya sekarang.
Setidaknya begitu pikirku...
Siswi perempuan datang menghampiri meja Ayano, meletakkan sebuah vase dimejanya, diiringi siswi lainnya yang juga membawa karangan bunga.
Ada apa? Hey? Kenapa kalian melakukan hal lancang seperti itu? Itu kan hanya dilakukan kepada murid yang baru saja—
Tidak mungkin...
"Nee, kenapa kalian meletakkan—"
"Memangnya Kisaragi tidak tahu yah?"
"Apa?"
"Tateyama-san meninggal dunia..." siswi yang baru saja meletakkan bunga terakhir dimeja Ayano menyeka matanya yang berlinang.
Kerongkonganku terasa kering, pupil mataku menyempit, dan jantungku berpacu dengan cepat, lebih cepat dari yang selama ini bisa kubayangkan.
"Bohong kan?! Cepat bilang kalau ini bohong kan?! Ayano tidak mungkin—" amarahku memuncak.
Hey! Kalau kalian ingin membuat sebuah lelucon, bukankah yang seperti ini sudah kelewatan? Biar dia bodoh, tapi setidaknya yang seperti ini—
"Tateyama-san bunuh diri, ia menjatuhkan dirinya dari atap sekolah, mungkin kejadiannya beberapa hari setelah kelas musim panas."
Gelap... seketika sekelilingku menjadi gelap, kepalaku penat dan tatapanku seakan kabur walau kesadaranku tidak hilang karenanya.
Seiring ia berbicara, aku bisa mendengar bahwa dua orang dari kelas lain yang bernama Enomoto Takane dan Kokonose Haruka, yang merupakan teman baik Ayano dikabarkan menghilang, mungkin hal ini yang membuat Ayano menjadi hilang kendali.
Gadis yang malang, andai saja saat itu aku ada disana...
Andai saja aku bisa menjadi tempat ia bersandar, andai saja aku mendapat nilai buruk dan mengikuti kelas musim panas itu bersama Ayano, ini semua salahku...
Aku bisa melihatnya, semuanya menangis, termasuk diriku, namun aku tidak bisa menunjukkannya pada siapapun.
.
.
Siswa dikelasku sudah pergi, tinggal aku sendiri dengan meja Ayano dengan karangan bunga diatasnya.
Bagaikan mencoba untuk menghentikan waktu, dan bagaikan ingin menghadirkan Ayano kembali disebelahku dan membuatnya tersenyum diatas air matanya yang ia coba sembunyikan...
Aku melipat kertas ujianku, seperti dirinya yang selalu berbuat hal yang sama.
Origami burung bangau, dalam kepercayaan orang jepang merupakan sebuah jimat, apabila terdapat seratus buah, dan dikumpulkan, maka kau bisa memohon kesehatan pada dewa Senba, dewa yang dipercaya bisa memberikan kesembuhan bagi setiap orang yang percaya kepadanya.
Mungkin Ayano berharap demikian... mungkin juga hanya kegiatan bodohnya untuk melampiaskan rasa sedihnya.
Aku memutuskan untuk pergi kesana, tempat terakhir Ayano mengakhiri hidupnya, aku berniat memberikan peringatan terakhir untuknya, dan meletakkan origami ini di tempat ia pergi.
Aku bergegas lari kesana, dan ketika aku sampai, aku tidak kuasa menahan air mataku...
Aku melihatnya...
Dua buah origami burung bangau...
Ya...
Dua buah...
Satu miliknya, dan satu milikku, yang nampak seperti serpihan kertas yang disatukan.
Ini benar milikku...
Ia sengaja menyatukannya...
Dari sana, aku memutuskan, untuk menyimpannya untuk diriku sendiri, mengurung diriku, agar ingatan tentang Ayano tidak hilang begitu saja...
.
.
.
-=End of Flashback=-
"Shintaro, kau menangis?" Konoha mendekatkan wajahnya.
Uwaaaah! Terlalu dekaaaat!
Wajahku memanas, nampaknya semburat kemerahan menghiasi wajahku yang terkejut, mengingat igauannya tadi aku masih tidak bisa menatap wajahnya.
"Hey kau kenapa?" ia berjalan mendekatiku, dan semakin mendekat walau aku sudah berusaha menjauhi dirinya.
Terus menjauh, dan berusaha menghindari kontak dengannya membawaku ke sudut ruangan dan membuat tubuhku tak sengaja menabrak rak yang ada di sudut ruangan itu, membuatnya berguncang dan menumpahkan isi buku buku itu yang melayang tepat diatas kepala Konoha.
"BAHAYA!" Aku menerjang tubuhnya dan melindungi tubuhnya dari hantaman buku buku itu.
"Shinta—" aku bisa melihat Konoha dengan semburat kemerahan diwajahnya.
-=To be Continued=-

Tuesday, December 3, 2013

Shiki

0

Shiki
By : Mikazuki_Hikari

Disclaimer     : Fujimaki Tadatoshi ©

This Fic belongs to Mikazuki_Hikari

Rate               :  T (Explicit Lemon)

Genre             : Romance

Pairing           :  Akashi Seijuuro x Kuroko Tetsuya

Warning         :  Shonen-Ai, Typo(s), EYD tidak sesuai aturan, Male x Male, Alternate Universe (AU), Out of Character (OOC), Explicit Lemon


Don’t Like Don’t Read
I Have Warned You
.
.
.

Shiki
Mikazuki Hikari ©
.
.
.

[Kuroko POV]

Musim semi, dimana aku pertama memijakkan kakiku di SMP Teikou, aku ingat pemandangan dimana halaman depan sekolah dipenuhi siswa baru dengan kerah kakunya yang berbaris rapi untuk mengadakan apel.

Disana pula aku bertemu dengannya, surai merah-nya berkilat tertimpa cahaya matahari, senyuman tipis diwajahnya yang tersirat di bibirnya, serta kedua manik heterokromatik itu dengan lembut menyapaku, itu saat pertemuan pertamaku dengan Akashi-kun, namun saat itu aku masih belum tahu namanya.

Aku ingat saat si pemilik surai merah menyala itu menolongku saat istirahat makan siang, dimana saat aku tergelincir lantai yang licin, entah pemuda itu datang dari mana, namun tangan kokohnya yang besar dengan sigap meraih tanganku dan menyelamatkan tubuh gontaiku yang hampir bertumbukkan dengan lantai, namun setelahnya ia tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya pergi dengan kedua tangannya yang ia masukkan di saku celananya, dan sebelum siluet tubuhnya menghilang dari garis pandangku, ia menoleh ke arahku dan sekali lagi memperlihatkan senyuman manis itu kepadaku.

Aku juga ingat dimana Akashi-kun menyelamatkanku dari segerombolan kakak kelas yang hendak membahayakan diriku, dari sudut jalan entah dimana ia muncul, lalu seketika ia menghabisi gerombolan kakak kelas yang menurutku jauh lebih besar darinya, dan seperti biasa tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia pergi.

.
.
.

Musim panas, matahari bersinar terik, musim yang cocok untuk festival olah raga sekolah, dimana SMP Teikou menyelenggarakan festival olah raga yang cukup akbar untuk kalangan sekolah sederajatnya, disini pula Akashi-kun menolongku saat aku tersandung setelah maraton, entah mengapa ia selalu muncul di saat aku memang membutuhkan seseorang, ia dengan sigap membebat luka di lututku, ia bahkan sudah membawa perlengkapan P3K lengkap bersamanya.

“Bagaimana?? Apa sudah lebih baik??” ucapnya setelah selesai dengan perban di lututku.

“Unn..” Aku mengangguk kecil, aku terheran dengan tingkah pemuda yang satu ini, entah apa yang dia pikirkan, bisa bisanya di tengah kerumunan banyak ia masih bisa memperhatikanku yang notabene kehadiranku jarang di rasakan oleh beberapa orang, namun pemuda ini, ia bisa dengan sigap mengarah ke arahku, menuju kepada keberadaanku yang bahkan orang saja tidak mengetahuinya.

“Yosh, kalau begitu, jangan sampai terjatuh lagi ya.” Tangan besar yang pernah menarik tanganku di kafetaria, tengah mengelus surai cyan milikku lembut, sorot matanya berubah hangat saat kedua iris itu tertutup kelopak matanya yang membuat lengkung tipis tanda pria itu tersenyum, serta senyumannya yang biasa ia lemparkan kepadaku, baru kali ini aku melihat senyumannya sedekat ini, biasanya aku hanya melihat senyumannya dari kejauhan saat ia melangkah pergi setelah menolongku, dan entah mengapa wajahku menyeruakkan rona merah yang tipis, mungkin karena panas matahari, begitu pikirku, namun panas matahari tidak busa menyebabkan yang orang sebut dengan debaran pada jantung, jangtungku berdegup mengiringi rona di wajahku saat melihat wajahnya dari dekat.

.
.
.

Musim gugur, dedaunan hijau yang bertandang di ranting ranting pepohonan pun sudah mulai berubah warna menjadi merah kecoklatan, beberapa diantara mereka pun ada yang sudah jatuh ketanah, sinar terik dari matahari pun sudah tertutup oleh awan, suhu udara yang mulai menurun pun sudah mulai berhembus menyapa permukaan kulit setiap orang saat mereka bangun pagi.

Musim dimana aku memutuskan untuk mengikuti salah satu ekstra kurikuler yang cukup di banggakan di SMP Teikou, Basket.

Akashi-kun juga mengikuti kegiatan ini, disini aku semakin sering bertemu dengannya, dan untuk pertama kalinya, berkenalan dengannya secara langsung.

“Ternyata kau juga mengikuti Basket ya??” sapanya saat ia berjalan lurus ke arahku, lapangan basket yang sepi kala itu, menggaungkan separuh dari suaranya yang cukup lantang karena memanggilku dari jarak yang cukup jauh, hanya kami berdua, diantara sorot lampu dari atap lapangan basket indoor yang tinggi, bola basket yang tadi ada di tangannya memantul kebawah dan menggelinding ke belakangnya.

Aku yang selama ini hanya mengenalnya sekilas, untuk kali ini bertatapan dengannya, bukan lagi secara kebetulan, namun karena aku memang mengikuti kegiatan yang sama dengannya, aku memundurkan kakiku satu langkah kebelakang, wajahnya semakin dekat denganku.

“Kenapa?? Tidak perlu takut.” Dia tersenyum.

“Akashi Seijuuro” ia akhirnya memperkenalkan dirinya.

“Tetsu—“
“Haii, Kuroko Tetsuya-kun.” Ia tersenyum sekali lagi ke arahku.

Mengapa?? Dari mana dia tau namaku?? Aku belum pernah sekali pun memperkenalkan namaku kepadanya, tapi, kenapa dia bisa tau namaku??

“Boleh aku memanggilmu Tetsuya?? Hnn??” Ia menaikkan sebelah alisnya, jarak wajah kamu hanya tersisa beberapa centi meter saja, aku bisa dengan jelas melihat sorot matanya dari jarak sedekat ini, Kuning Keemasan, dan warna merah darah yang menyala, terlihat sangat dalam dan indah, menenggelamkan pandanganku lebih dalam ke dalam sorot mata yang teduh itu, membuatku tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Kawaii naa..” tangannya menarik daguku.

“A-apa maksudmu??” aku terperangah, semburat kemerahan sudah memancar di pipiku, aku merasa takut, namun bukan rasa takut karena aku tidak suka berada di dekat orang ini, namun ada suatu perasaan yang membuatku lemah dan tak berdaya.

“Kau sangat menarik Tetsuya, tidak salah aku memilihmu selama ini..” wajahnya mendekat ke arah telingaku sekarang.

“Suki da...” ia membisikkan kata kata itu, yang tepat di depan telingaku.

Pupil mataku menyempit, aku terkejut mendengar perkataannya, apa maksudnya?? Kenapa dia bisa menyukaiku??

“Suki da yo, Tetsuya..” Ia mengarahkan tubuhku ke tembok, tangannya mencengkram kuat pergelangan tanganku, dan mengunci semua gerakanku.

Aku tidak bisa menjawab, aku hanya bisa merintih dengan rasa sakit yang timbul dari cengkraman tangannya.

“Omoshiroi... mmmhh...” ia menjilat cuping telingaku.

“A-Akashi....kun. hahhhh...” Aku merasakan cengkraman tangannya bertambah kuat dan menyandarkan tanganku di dinding.

Bibir kemerahannya akhirnya menjamah milikku, aku bisa merasakan helaan nafasnya saat ke bibir kami bersentuhan, aneh tubuhku bereaksi sebaliknya, dengan senang hati bibirku membalas, suatu perasaan yang aneh timbul dari diriku, seakan tubuhku menginginkannya, sorot mata teduhnya berubah menjadi sorot mata yang sayu, dan dari sinar matanya, aku tau dia menginginkanku juga, lebih dari aku menginginkannya.

Sesaat aku di mabuk oleh sensasi kenikmatan yang manis dari bibirnya, namun saat akal sehatku kembali, dan saat cengkraman tangannya mulai mengendur. Disitulah aku memberanikan diri untuk mendorong tubuhnya dan lari sekencang kencangnya sambil berharap untuk tidak menemuinya lagi.
.
.
.

Musim dingin, jalanan sudah di selimuti oleh selimut putih yang tebal, salju dengan lembut turun ke atas permukaan  tanah. Menandakan musim telah berganti, dan menandakan rentang waktu aku menghindar dari Akashi.

Aneh...

Memang Aneh...

Selama aku menghindar dari Akashi-kun, selama itu pula, bagian tubuh yang dijamah Akashi-kun itu, semakin terasa panas, seakan ingin merasakan sentuhannya lagi, namun aku tau jika aku terlibat lebih jauh lagi dengan orang itu, aku sendiri tidak bisa membayangkan apa jadinya.

Aku masih bertanya, kenapa orang itu bisa menyukaiku, memang selama ini dia—

Yaa....

Yaa... Selama ini dia menolongku, selalu muncul di saat yang tepat, apa ini tandanya, dia memperhatikanku selama ini?? Apa yang bisa aku dapat dari semua hal ini??

Keping gambaran yang seakan menyatu, mulai berkait satu sama lain, boleh kah aku melihat-nya?? Boleh kah aku menyusunnya?? Dan menemukan jawaban dari semua hal yang membingungkan ini?

Bagaimana harus memulai semua ini? Apakah aku menyukainya juga?.. Dia yang selalu menolongku, dia yang selalu tersenyum untukku, dan senyumnya yang aku suka, namun diatas semua itu, kejadian yang membuat hatiku takut untuk menemuinya, bagaimana harus aku merangkai semuanya ini?

Aku berusaha menemuinya, namun disaat aku sudah bisa melihat sosoknya dari kejauhan, aku menghentikan langkahku dan berbalik pergi menjauh darinya.

Begitu pula seterusnya...

.
.
.

Telefon genggamku berdering tanda ada e-mail yang masuk, membangunkanku dari tidurku, aku mengangkat selimut yang menutupi tubuhku, dan meraih telefon genggamku yang kutaruh di meja kecil yang ada disebelah tempat tidurku, tepat di depan lampu tidur kecil yang masih padam.

Saat layar handphoneku mulai menyala, aku melihat sebuah nomer yang asing, mengirim sebuah surat elektronik untukku, siapa?? Hatiku bertanya tanya...

[Kenapa?? Kenapa kau menghindariku??]

Begitu bunyinya...

Tanpa pikir panjang, aku langsung mengetahui siapa pengirimnya.

Ya, Akashi Seijuuro, pasti dia yang mengirimnya, tapi kenapa?? Apa dia melihatku?? Tidak mungkin... aku berusaha menjaga jarak darinya, dan tidak menemuinya untuk waktu yang cukup lama.... tidak mungkin dia melihatku.. dan dari mana ia mendapatkan alamat e-mailku?
Mengapa? Mengapa sekali lagi aku harus begitu terlibat dengannya?

Sesaat kemudian, masuk e-mail yang lain, dari pengirim yang sama, dan begitu seterusnya, aku berusaha untuk tidak membacanya dan menghiraukan ponselku, namun percuma, sampai sore harinya hingga malam menjelang sudah sampai 115 e-mail yang masuk ke ponselku, aku pun merasa tidak enak hati dan membukanya satu persatu.

Sebuah ekspektasi yang diluar dari dugaanku, semua bunyi yang tertera pada semua pesan itu adalah sama...

[Aku Mencintaimu Tetsuya]

Begitu bunyinya.. sontak aku menjatuhkan handphoneku dari tanganku, air mata mengalir lembut dari manik cyanku.

Aku tidak percaya, dia masih bisa menyukaiku walau aku sudah menolak untuk bertemu dengannya.. Kenapa??

Tangisku terhenti saat handphoneku berdering kembali, sebuah e-mail lainnya dari Akashi-kun aku pun memutuskan untuk membukanya.

[Aku memberimu 2 pilihan, kalau kau memang membenciku, aku tidak akan menemuimu lagi, atau mengikutimu seperti yang selama ini aku lakukan, namun jika kau memang mau bertemu denganku, temui aku di dekat taman yang tak jauh dari rumahmu, aku ada disana]

Mungkin sekilas aku akan memilih pilihan yang pertama, tapi sesuatu di dalam hatiku mendorongku untuk menemuinya, yaa, semua ingatanku saat pria itu menolongku dan tersenyum untukku, itu yang membuatku ingin menemuinya.

.
.
.

Aku bergegas memakai mantelku, mengencangkan tali sepatuku dan berlari menuju taman, aku membuka pintu rumahku, dan berlari menemus hamparan salju tebal di kakiku.

Langit musim dingin sudah bertambah gelap, berpadu dengan taburan bintang dan salju yang turun perlahan, dan aku pun mengarahkan tujuanku ke arah taman yang di tujukan Akashi.

Disana aku bisa melihat dirinya berdiri dibawah sebuah lampu jalan, tengah meniup tangannya yang tidak dibalut oleh sarung tangan, uap air akibat udara dingin pun berhembus dari mulutnya, sesaat ia menoleh, ia langsung melihat ke arahku dan tersenyum..

“Haahhh.... hahhh... haahhhh....” Nafasku memburu.

“Tidak perlu tergesa gesa seperti itu.” Ia tersenyum dari posisinya.

“Kau.. kau kedinginan, ini pakai sarung tanganku..” Aku melepas sarung tanganku dan hendak memberikan kepadanya.

Ia tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan kemudia tertawa kecil.

“Sampai kapan kau bisa menghiburku seperti itu Tetsuya..” ia mendekat ke arahku, tangannya menggenggam erat tanganku.

“Begini, aku lebih suka begini dari pada aku harus memakai sepasang sarung tangan.” Ia menatap lembut ke arahku.

Wajahku merona, aku tidak bisa memungkiri perasaanku lagi......

Aku menyukai pria ini........

“Kau.... sejak kapan kau berada disini??” tanyaku penasaran.

“Sejak aku mengirim e-mail-email itu dari awal, kau menerima semuanya kan Tetsuya??” ia menatap iris cyanku dalam dalam.

Berarti dia disini dari tadi pagi? Pantas tangannya bisa sedingin itu....

“Gomen Tetsuya, aku tidak tau kalau kau tidak menyukai tindakanku waktu itu, makanya kau menghindar dariku.” Ucapnya sambil masih menggenggam tanganku, tangannya yang semula dingin perlahan mulai menghangat.

“Iiee, aku.. aku menyukainya, dan aku tidak keberatan sama sekali..” aku menundukkan wajah meronaku.

“Perlihatkan padaku, wajahmu yang manis itu Tetsuya.” Tangannya sekali lagi meraih daguku dan mengarahkan wajahku sekali lagi ke arah wajahnya.

“Aku menyukaimu Tetsuya, kau adalah milikku..” senyuman tipis yang kusuka darinya sekali lagi nampak di hadapan wajahku, rasa takut kala itu seakan sirna, dan aku pun memeluk tubuhnya erat, membenamkan wajahku di dada bidangnya.

“Aku.... aku juga menyukaimu Akashi-kun.” Aku menjawab pernyataan cintanya.

“Tidak perlu di beritahu pun aku sudah tau kau akan menjawab seperti itu Tetsuya.” Bibir kami pun sekali lagi bersambut, kali ini benar benar manis dan hangat, ditambah tangan Akashi-kun yang menyentuh lembut kedua belah pipiku, sorot lampu yang terang, salju yang perlahan turun dan bintang bintang di langit lah yang menjadi saksi bisu kami saat itu, menjadi saksi untuk penyatuan rasa cinta kami berdua, walau pun awalnya ada sedikit keraguan, namun semua sudah kembali berjalan dengan lancar.

“Aku, ingin menghabiskan malam ini berdua denganmu Tetsuya..” dia sekali lagi tersenyum untukku.

Tanpa pikir panjang, aku pun mengiyakan tawarannya dan aku menghabiskan sisa malam itu hanya berdua dengannya, di kamarnya, Akashi-kun memperlakukanku dengan lembut, semua sentuhannya hanya bisa membuatku semakin terpesona dengannya, semuanya, aku menyukai semua hal tentang Akashi-kun.

“Aku menyukaimu Tetsuya..” ucapnya sambil mendorong sesuatu di bawah sana dengan lebih cepat lagi.

“Aku juga menyukaimu Akashi-kun, aku adalah milikmu satu satunya.” Aku berusaha menahan rasa sakit yang ditimbulkan sekeras yang aku mampu, namun tak bisa, dan aku hanya bisa merintih.

“Tanpa kau bilang seperti itu juga, kau sudah sepenuhnya menjadi milikku Tetsuya..” kemudian ia mencium bibirku sekali lagi.

~Fin~
.
.
.

-=Author’s Note=-

Yoshaaa!!! Fic Natalnya sudah selesaai, sekarang bisa dengan tenang UTS fufufufufu, baru saja semedi mendadak ide muncul langsung di tuangkan, mengingat besok sudah UTS, jadiiii~
Ja Naaa~ Merry Christmas walau sebenarnya masih kecepatan hehehehe *giggles*

Review-nya doooong~ Boleeeeh?? *puppy eyes mode on*

Flame masih diterima dengan senang hati ;)

Mind to Review My Fic??


Mikazuki Hikari
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut